JENEWA, SWISS, Sabtu, 24 Oktober 2026 – Di sela perjalanan internasional, saya menyempatkan diri menunaikan salat di Mosquée de Genève-Nations CCISG, masjid sekaligus pusat kebudayaan Islam di kawasan Nations, Jenewa, yang berada dekat dengan Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai organisasi internasional, termasuk WHO dan ILO.
Di masjid ini, saya berjumpa dengan saudara-saudara Muslim dari berbagai negara, bahasa, dan latar belakang. Di antara saf-saf salat, sekat kebangsaan seakan luruh, digantikan oleh ikatan iman yang menyatukan. Pengalaman ini menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar simbol persaudaraan, melainkan kesadaran ideologis bahwa umat Islam merupakan bagian dari satu kesatuan yang melampaui batas teritorial, etnis, dan kepentingan kebangsaan.

Dikelola oleh Centre Culturel Islamique Sunnite de Genève (CCISG), masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan keislaman dan pembelajaran bahasa Arab. Kehadirannya di kawasan diplomasi internasional menunjukkan pentingnya institusi keagamaan sebagai ruang pembinaan iman, pewarisan ilmu, dan penguatan identitas Muslim di tengah masyarakat global yang majemuk.
Bagi saya, masjid bukan sekadar tempat bersujud, melainkan ruang pembentukan kesadaran spiritual, intelektual, dan sosial. Islam mengajarkan bahwa kekuatan umat tidak semata-mata terletak pada jumlahnya, tetapi pada kualitas iman, persatuan, ilmu pengetahuan, dan kontribusinya bagi kemaslahatan bersama. Ukhuwah harus melampaui retorika, diwujudkan dalam solidaritas, kepedulian, serta kerja nyata untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan.
Berada di Jenewa, kota yang menjadi salah satu pusat diplomasi dunia, saya semakin meyakini bahwa identitas keislaman dan komitmen terhadap kemanusiaan bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya justru saling menguatkan. Umat Islam harus mampu menjaga akidah dan prinsipnya, sekaligus hadir sebagai kekuatan yang membawa rahmat, menjunjung keadilan, menghormati perbedaan, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.
Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa menjadi bagian dari umat Islam berarti memikul tanggung jawab yang lebih luas daripada kepentingan diri sendiri. Ada panggilan untuk memperkuat persaudaraan, membangun peradaban, dan menghadirkan kemanfaatan bagi sesama manusia, di mana pun kita berada.