Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Editorial

Bayang Senjata di Balik Tirai Pesantren: Menguji Profesionalitas Polisi dalam Menjaga Marwah Hukum
Editorial

Bayang Senjata di Balik Tirai Pesantren: Menguji Profesionalitas Polisi dalam Menjaga Marwah Hukum

MUI mendesak Propam Polri mengusut tuntas penggerebekan malam hari di Ponpes Hamalatul Qur’an, Sukoharjo. Munculnya laporan penodongan senjata laras panjang terhadap santriwati dan penyitaan aset memicu kritik tajam ihwal kepatuhan SOP penegakan hukum dan perlindungan terhadap perempuan serta anak di bawah umur.

Amrullah S · 4 hari yang lalu
Memadamkan Kebenaran di Balik Asap Karhutla: Ironi Pembungkaman Digital atas Krisis Ekologis
Editorial

Memadamkan Kebenaran di Balik Asap Karhutla: Ironi Pembungkaman Digital atas Krisis Ekologis

Praktik moderasi dan dugaan shadow ban terhadap konten karhutla Kalimantan di media sosial mencerminkan ancaman serius bagi hak publik atas informasi. Krisis ekologis tidak boleh ditutupi oleh tirai algoritma demi ilusi ketenangan semu; transparansi platform dan negara mutlak ditegakkan.

Amrullah S - Pemerhati Lingkungan · 2 minggu yang lalu
Gurita Korporasi dan Bayang-Bayang Kekuasaan di Balik Kebakaran Hutan: WALHI Ungkap Temuan “Siapa di Balik Api?”
Editorial

Gurita Korporasi dan Bayang-Bayang Kekuasaan di Balik Kebakaran Hutan: WALHI Ungkap Temuan “Siapa di Balik Api?”

WALHI meluncurkan kajian “Siapa di Balik Api?” yang mengungkap keterlibatan 93 korporasi asing asal Singapura-Malaysia, afiliasi lingkaran kekuasaan, hingga konsentrasi titik panas di PSN Merauke dalam kasus karhutla 2026. WALHI menuntut pemerintah agar mencabut izin perusahaan bermasalah dan menindak tegas aktor pengendali tanpa pandang bulu.

Amrullah S · 3 minggu yang lalu
Darurat Asap di Borneo: Ketika Negara Abai dan Lahan Dibakar Demi Investasi
Editorial

Darurat Asap di Borneo: Ketika Negara Abai dan Lahan Dibakar Demi Investasi

Kalimantan kembali membara. Di saat puncak musim kemarau belum sepenuhnya tiba, puluhan ribu hektar lahan dan hutan telah luluh lantak, menjadikan pulau ini episentrum bencana ekologis nasional. Berdasarkan catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), puluhan ribu titik panas telah terpantau sejak awal tahun, memicu kabut asap pekat yang mencekik pernapasan warga, melumpuhkan aktivitas publik, hingga merenggut nyawa.

Amrullah S - Pemerhati Lingkungan hidup · 3 minggu yang lalu