Tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia dilaporkan menunjukkan perbaikan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Kamis, 22 Oktober 2026, lonjakan kasus harian yang sebelumnya sempat menembus angka 10 ribu hingga 15 ribu kini telah merosot tajam menjadi sekitar 3 ribu kasus per hari.
Penurunan ini juga berkorelasi langsung dengan membaiknya kualitas udara di sejumlah daerah terdampak. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, dari total tujuh provinsi terdampak karhutla yang mencakup 81 kabupaten dan kota, jumlah wilayah dengan kategori kualitas udara merah dan hitam mengalami penurunan drastis dari 50 daerah menjadi 22 daerah saja sejak awal September 2026.
Meski demikian, dinamika pemulihan kualitas udara di lapangan bervariasi antarwilayah. Wilayah Kalimantan seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan terpantau mulai menunjukkan tren perbaikan kualitas udara yang stabil. Sebaliknya, kondisi di Pulau Sumatera masih fluktuatif, di mana beberapa daerah mencatatkan perbaikan namun sebagian lainnya justru mengalami peningkatan indeks polusi, termasuk di Provinsi Riau.
Sebagai langkah mitigasi berkelanjutan, pemerintah terus mengoptimalkan penanganan di lapangan. Kementerian Kesehatan saat ini tengah mempercepat distribusi logistik kesehatan krusial, termasuk target pemenuhan kekurangan 1,6 juta masker medis serta pengiriman tabung dan konsentrator oksigen ke berbagai puskesmas di zona merah dan hitam. Selain itu, pemerintah telah menyiapkan ratusan rumah oksigen guna mengantisipasi eskalasi gangguan pernapasan akut bagi warga terdampak.
Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat di daerah terdampak untuk tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan diri. Warga disarankan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat indeks kualitas udara berada di level berbahaya. Apabila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang sesuai sangat diwajibkan guna menekan risiko paparan polusi secara langsung.