LONDON — Klaim bahwa serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap pusat data di Rusia telah melumpuhkan jaringan akun bot Kremlin dinilai tidak memiliki dasar yang kuat. Laporan investigasi tim verifikasi menunjukkan bahwa operasi disinformasi daring yang dikaitkan dengan Moskow terpantau masih beroperasi normal.
Isu ini mencuat usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan adanya penurunan ujaran kebencian dan provokasi di media sosial berkat berkurangnya aktivitas bot. Pernyataan tersebut beriringan dengan klaim warganet yang mengaitkan penurunan aktivitas siber dengan serangan Ukraina terhadap tiga dari lima pusat data milik raksasa teknologi Rusia, Yandex, sejak 8 Oktober lalu.
Narasi yang viral di media sosial sebagian besar bersumber dari salah tafsir terhadap data lalu lintas jaringan Cloudflare. Grafik Cloudflare memang memperlihatkan anjloknya volume bot dari jaringan Yandex pascaserangan. Namun, pihak Cloudflare mengklarifikasi bahwa metrik tersebut mencakup seluruh permintaan otomatis umum—seperti perayap web (web crawler) mesin pencari—dan bukan secara spesifik merujuk pada aktivitas bot di media sosial.
Analis internet independen, Mikhail Klimarev, menjelaskan bahwa Yandex rutin mengerahkan bot untuk merayapi internet demi kebutuhan pengindeksan mesin pencari. Penurunan drastis lalu lintas data tersebut kemungkinan besar terjadi karena sistem perayap dimatikan demi menghemat sumber daya komputasi yang terdampak kerusakan fisik.
Di sisi lain, pemantau operasi pengaruh daring asal Amerika Serikat, dTeam, menegaskan tidak menemukan adanya perubahan pola trafik dari klaster bot maupun akun-akun Rusia yang selama ini diawasi. Kelompok disinformasi seperti Storm-1516 dan Matryoshka dilaporkan tetap aktif mengunggah konten di berbagai platform digital.
Menanggapi polemik tersebut, kantor kepresidenan Ukraina mengklarifikasi bahwa pernyataan Presiden Zelensky lebih mengacu pada persepsi suasana umum di media sosial berdasarkan laporan pengguna, bukan data teknis penurunan jaringan bot.
Meski tidak berdampak signifikan terhadap operasi disinformasi Rusia, serangan Ukraina terbukti melumpuhkan infrastruktur digital komersial. Kelompok pemantau internet Netblocks mencatat bahwa kerusakan fisik pada fasilitas Yandex telah memicu gangguan layanan komputasi awan (cloud) serta menyebabkan berbagai situs web yang bergantung pada ekosistem Yandex tidak dapat diakses secara global.