MAKASSAR — Pertikaian antarkelompok warga kembali mengoyak ketenangan warga Kota Makassar. Bentrokan fisik yang melibatkan dua kubu pecah di kawasan Jalan Abubakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis petang menjelang malam. Insiden kekerasan jalanan ini menyedot perhatian publik lantaran turut melibatkan sejumlah perempuan paruh baya atau emak-emak yang turun langsung ke jalan, bukan untuk melerai, melainkan memperkeruh situasi dengan saling membela kubu masing-masing.
Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, gesekan terbuka ini terjadi sekitar pukul 18.00 Wita, tepat saat pergantian waktu salat Magrib. Dua faksi warga yang terlibat pertikaian diketahui berasal dari kelompok pemuda Jor-joran dan kelompok Loner. Ketegangan yang semula berupa friksi kecil antarpemuda mendadak meledak menjadi aksi anarkistis terbuka di tengah pemukiman padat penduduk.
Kapolsek Makassar, Kombes Pol Mustari, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa eskalasi keributan melonjak tajam setelah para ibu di lingkungan sekitar ikut turun ke tengah jalan. Kehadiran emak-emak tersebut justru menyulut amarah massa karena mereka saling tuding dan melempar narasi provokatif untuk melindungi anak-anak mereka.
"Ibu-ibu turut memprovokasi keadaan, membela anak-anaknya, dan saling tunjuk untuk membela kelompok masing-masing," ungkap Kombes Mustari saat memberikan penjelasan resmi kepada wartawan.
Mustari menambahkan, suasana di lokasi bentrokan menjadi jauh lebih bising, tegang, dan sulit dikendalikan ketika kelompok ibu-ibu dari kedua belah pihak berkumpul di garis batas pertikaian. Bukannya menahan anggota keluarga mereka agar kembali ke dalam rumah, para ibu ini justru saling meneriaki lawan, saling menyalahkan, serta memvalidasi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak mereka.
"Tadi itu di lapangan justru lebih banyak ibu-ibu yang berkerumun. Mereka saling berteriak satu sama lain. Datang semua ibu-ibu sambil berkata, 'Kau itu yang salah,' sambil saling mengacungkan jari dan menunjuk lawannya," imbuh Mustari merinci dinamika di lapangan.
Dari hasil penyelidikan awal, pemicu bentrokan berakar dari masalah sepele, yakni aksi saling ejek dan saling provokasi antaranggota kelompok pemuda saat sore hari. Provokasi verbal tersebut kemudian disambut rasa tersinggung dari salah satu pihak, hingga akhirnya berujung pada aksi penyerangan terbuka antarkubu Loner dan Jor-joran.
Pertarungan jalanan tersebut berlangsung liar dengan penggunaan berbagai jenis senjata berbahaya. Kedua belah pihak saling menghujani lawan dengan lemparan batu, busur panah tradisional, petasan berdaya ledak sedang, hingga bom molotov. Lemparan bahan peledak improvisasi dan petasan tersebut bahkan sempat menyambar sebidang lahan kosong di sekitar area pemukiman.
Kondisi lahan yang dipenuhi ilalang kering dan tumpukan kayu membuat api cepat membesar dan memicu kebakaran vegetasi di dekat rumah-rumah warga. Beruntung, amukan si jago merah dapat segera diantisipasi dan dipadamkan oleh aparat bersama warga sekitar sebelum merembet lebih jauh ke struktur bangunan utama.
Personel Polsek Makassar yang diterjunkan ke lokasi langsung melakukan sterilisasi area dan menyisir lorong-lorong jalan guna membubarkan konsentrasi massa. Situasi di Jalan Abubakar Lambogo saat ini telah terkendali dan berangsur kondusif, sementara aparat kepolisian tetap disiagakan di titik-titik rawan bentrokan guna mencegah pecahnya aksi saling balas susulan.