Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Tensi Antar-Pemuda di Wotu Kembali Membara, Aksi Saling Lempar Batu Pecah di Luwu Timur

Bentrokan antar kelompok pemuda kembali pecah di Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Jumat (16/10/2026). Aksi saling lempar batu di ruang publik memicu kepanikan warga sekitar dan mengganggu ketertiban umum. Konflik lanjutan ini terjadi meski upaya mediasi sebelumnya sempat diupayakan, mendesak aparat keamanan mengambil langkah tegas.

A
Alfakir99
17 Oktober 2026, 11:21 WITA
Bagikan:
Kericuhan dan aksi saling lempar batu antar pemuda yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, Wotu, Luwu Timur, pada Kamis (8/10/2026) malam.
Kericuhan dan aksi saling lempar batu antar pemuda yang sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi, Wotu, Luwu Timur, pada Kamis (8/10/2026) malam. Foto: Patikala.com

LUWU TIMUR — Suasana ketenangan warga di wilayah Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mendadak buyar setelah bentrokan antar kelompok pemuda kembali pecah pada Jumat, 16 Oktober 2026. Aksi perseteruan terbuka tersebut melibatkan dua kubu yang saling berhadapan di ruang publik, memicu ketegangan hebat dan mengancam keselamatan warga yang bermukim di sekitar lokasi bentrok.

Berdasarkan laporan di lapangan, bentrokan tersebut diwarnai dengan aksi saling lempar batu secara membabi buta. Puluhan batu melayang di udara saat kedua kubu pemuda saling serang dan berusaha memukul mundur satu sama lain. Akibatnya, serpihan batu dan material keras berserakan di badan jalan, sehingga arus mobilitas warga setempat sempat terhenti demi menghindari risiko terkena lemparan salah sasaran.

Insiden pada Jumat tersebut diketahui bukan merupakan kejadian tunggal yang berdiri sendiri. Peristiwa ini merupakan letupan konflik lanjutan dari rentetan gesekan antar kelompok yang sebelumnya telah terjadi di wilayah hukum Kecamatan Wotu. Perseteruan yang melibatkan kelompok pemuda dari kawasan permukiman bertetangga, termasuk area Saluborro Desa Bawalipu serta Dusun Kau Desa Lampenai, tampaknya menyisakan residu dendam dan kesalahpahaman yang belum tuntas seutuhnya.

Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat, pemerintah desa setempat, serta jajaran aparat penegak hukum dilaporkan telah memfasilitasi upaya mediasi demi mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Dialog damai dan imbauan agar kedua kubu menahan diri pun sempat digulirkan untuk meredakan tensi sosial. Kendati demikian, komitmen perdamaian tersebut rupanya kembali goyah ketika gesekan baru kembali tersulut di lapangan, hingga akhirnya memicu benturan fisik terbuka.

Kejadian ini sontak mengundang keresahan mendalam dari warga setempat. Masyarakat mengaku waswas menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama para pelaku usaha kecil dan pengguna jalan yang berada di dekat pusat kerumunan masa. Selain ancaman keselamatan fisik, pertikaian antar-kelompok pemuda seperti ini berpotensi merusak fasilitas umum, kendaraan warga, hingga memicu kerugian materi yang tidak sedikit.

Warga dan tokoh komunitas di Luwu Timur kini mendesak aparat kepolisian serta jajaran Forkopimcam untuk bertindak cepat dan mengambil tindakan preventif yang nyata. Diperlukan peningkatan patroli rutin pada jam-jam rawan serta penjagaan ketat di titik perbatasan antar-desa yang kerap dijadikan arena bentrok. Selain itu, penegakan hukum yang terukur dinilai penting agar para provokator atau pihak yang memicu kerusuhan jera, sehingga siklus kekerasan tidak terus berulang dan stabilitas keamanan wilayah Luwu Timur dapat segera dipulihkan secara permanen.

Facebook Reel Tonton Video Terkait
Buka Sumber

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.