BAKU — Penerapan aturan seragam sekolah baru yang melarang siswi mengenakan hijab memicu gelombang unjuk rasa di Azerbaijan. Kebijakan tersebut menyulut kemarahan publik setelah sejumlah murid perempuan dilarang memasuki ruang kelas akibat mengenakan penutup kepala.
Protes tidak hanya datang dari kalangan siswi dan orang tua murid, tetapi juga melibatkan tenaga pendidik. Dalam sejumlah dokumentasi yang beredar, seorang guru perempuan berhijab tampak menggelar kegiatan belajar-mengajar di luar ruangan sebagai bentuk penolakan terhadap pembatasan tersebut.
Aksi demonstrasi yang meluas direspons dengan tindakan tegas oleh aparat penegak hukum. Puluhan pengunjuk rasa dilaporkan telah ditangkap selama aksi berlangsung. Bersamaan dengan penangkapan tersebut, para pengguna internet di Azerbaijan melaporkan adanya gangguan akses terhadap sejumlah platform media sosial.
Hingga saat ini, ketegangan antara otoritas pendidikan dan kelompok masyarakat yang menuntut kebebasan berbusana bagi pelajar Muslim di sekolah-sekolah negeri masih berlanjut.