Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Pertarungan Sengit di Brasil: Lula da Silva Bungkam Flavio Bolsonaro dan Rebut Masa Jabatan Keempat

Incumbent Luiz Inacio Lula da Silva memenangi Pilpres Brasil 2026 secara dramatis usai mengalahkan senator sayap kanan Flavio Bolsonaro dalam putaran kedua yang ketat dengan perolehan lebih dari 51 persen suara.

F
Faruq
26 Oktober 2026, 09:21 WITA
Bagikan:
Pendukung Presiden Brasil sekaligus kandidat petahana Luiz Inacio Lula da Silva berkumpul di Avenida Paulista, Sao Paulo, Brasil, pada 25 Oktober 2026
Pendukung Presiden Brasil sekaligus kandidat petahana Luiz Inacio Lula da Silva berkumpul di Avenida Paulista, Sao Paulo, Brasil, pada 25 Oktober 2026 Foto: Al Jazeera (Foto: Alexandre Schneider/Getty Images)

BRASIL - Pemilihan presiden Brasil tahun 2026 resmi menorehkan sejarah baru di kancah politik global. Petahana Presiden Luiz Inacio Lula da Silva berhasil mengamankan kemenangan krusial dalam putaran kedua yang berlangsung sangat ketat melawan rival dari kubu sayap kanan, Senator Flavio Bolsonaro. Berdasarkan data dari badan resmi pemilu Brasil, Al Jazeera melaporkan bahwa politisi kawakan yang akrab disapa Lula tersebut meraup lebih dari 51 persen suara dari total surat suara yang masuk.

Keberhasilan ini menandai pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern Brasil. Lula sukses membalikkan keadaan secara dramatis setelah sempat tertinggal di putaran pertama pemungutan suara dari putra mantan presiden Jair Bolsonaro tersebut. Tidak ada politisi lain di negara Amerika Latin ini yang pernah mengalami kekalahan pada putaran awal pemilihan umum, kemudian bangkit dan memenangi putaran kedua penentuan. Kemenangan ini sekaligus memastikan Lula untuk kembali memimpin negara terbesar di kawasan tersebut selama empat tahun ke depan.

Proses pemungutan suara pada hari Minggu itu tidak berjalan tanpa hambatan. Ketegangan sempat mewarnai jalannya pemilu menyusul laporan adanya kendala teknis dan pembatasan transportasi publik di sejumlah wilayah yang memicu dugaan upaya penekanan pemilih. Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat di berbagai daerah turut memperlambat mobilitas warga menuju tempat pemungutan suara. Menanggapi situasi tersebut, Mahkamah Agung Brasil akhirnya mengabulkan petisi dari kedua kubu untuk memperpanjang jam operasional tempat pemungutan suara selama dua jam hingga pukul tujuh malam waktu Brasilia.

Keputusan perpanjangan waktu pemungutan suara ini langsung menuai kritik tajam dari kubu oposisi. Koordinator kampanye Bolsonaro, Rogerio Marinho, melontarkan kecaman keras melalui media sosial terhadap para hakim Mahkamah Agung yang dianggap terlalu jauh mengintervensi proses elektoral. Hingga berita ini diturunkan, kubu Flavio Bolsonaro dan sang ayah, mantan Presiden Jair Bolsonaro, masih bungkam serta belum memberikan pernyataan resmi ataupun ucapan selamat kepada sang petahana. Sikap ini dinilai sebagai kelanjutan dari pola penolakan kubu kanan terhadap hasil pemilu, mirip dengan sikap Jair Bolsonaro pada pemilu sebelumnya.

Di sisi lain, gelombang perayaan pecah di berbagai kota besar di Brasil, termasuk Sao Paulo, Rio de Janeiro, dan Brasilia. Para pendukung Partai Pekerja tampak tumpah ruah di jalan-jalan utama seperti Avenida Paulista untuk merayakan kemenangan bersejarah pemimpin mereka. Kemenangan ini mempertahankan dominasi kekuatan kiri di Brasil di tengah gelombang kebangkitan politik sayap kanan di kawasan Amerika Latin.

Meskipun demikian, para analis politik memperingatkan bahwa masa jabatan keempat Lula tidak akan berjalan tanpa tantangan besar. Komposisi parlemen yang kini didominasi oleh kelompok konservatif memberikan ruang gerak yang sangat terbatas bagi pemerintah untuk mengesahkan agenda-agenda progresif secara luas. Lula diproyeksikan harus menempuh jalan negosiasi yang panjang dan alot dengan kelompok oposisi di parlemen untuk meloloskan setiap kebijakan strategis pemerintahannya ke depan.

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.