Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

"Jihadis" atau Warga Lokal? Trump Bawa Tragedi 9/11 untuk Jegal Calon Senat Muslim Michigan!

Trump seret tragedi 9/11 dalam kampanye Senat Michigan, samakan kandidat Muslim El-Sayed dengan teroris. Lawan politik dan Demokrat kecam keras taktik tersebut.

A
Alfakir99
26 Oktober 2026, 08:58 WITA
Bagikan:
Donald Trump saat kampanye di Amerika
Donald Trump saat kampanye di Amerika Foto: REUTERS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi panas dalam arena politik domestik menjelang pemilu paruh waktu. Saat menggelar kampanye akbar di Port Huron, Michigan, Trump secara terbuka mengaitkan kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, dengan kelompok ekstremis Islam dan menyamakannya dengan para pelaku penyerangan tragis 11 September 2001 (9/11).

Di hadapan ribuan pendukungnya yang memadati kompleks hiburan tersebut, Trump melontarkan retorika tajam yang mempertanyakan loyalitas kebangsaan El-Sayed. Ia mendesak para pemilih di Michigan untuk menolak pencalonan tokoh Muslim tersebut agar tidak melangkah ke Gedung Capitol. Dalam orasinya, Trump bahkan membawa-bawa nama pahlawan penerbangan United Flight 93, Todd Beamer, untuk mendorong para pemilih agar "bangkit dan melawan" ancaman yang ia narasikan sebagai bahaya ekstremisme.

Jika berhasil memenangkan kontestasi ini, Abdul El-Sayed, yang lahir dan besar di Michigan, akan menorehkan sejarah sebagai politisi Muslim pertama yang berhasil duduk di kursi Senat Amerika Serikat. Namun, pencalonannya di tengah persaingan ketat melawan kandidat dari Partai Republik yang juga mantan anggota DPR AS, Mike Rogers, menjadi medan pertempuran politik identitas yang sangat sengit. Rogers sendiri sebelumnya sempat melontarkan tuduhan tanpa bukti mengenai dugaan afiliasi El-Sayed dengan Ikhwanul Muslimin, salah satu gerakan Islamis tertua di dunia Arab.

Menanggapi gelombang serangan tersebut, Abdul El-Sayed secara tegas membantah seluruh tudingan miring yang dialamatkan kepadanya. Ia menilai langkah para lawan politiknya yang terus-menerus mempertanyakan loyalitas dan keyakinan agamanya sebagai tindakan yang sangat memalukan. Melalui berbagai kesempatan kampanye dan iklan politik, El-Sayed justru menegaskan bahwa nilai-nilai keimanan adalah hal positif yang saat ini justru sangat dibutuhkan dalam lanskap politik di Washington.

Kunjungan kampanye Trump di wilayah timur Michigan ini berlangsung hanya berselang sehari setelah mantan Presiden Barack Obama turun gunung untuk menggalang dukungan bagi kubu Demokrat di Detroit. Dalam kampanyenya, Obama mengecam keras strategi serangan personal yang dilancarkan oleh kubu lawan terhadap El-Sayed. Obama menilai taktik tersebut merupakan upaya sistematis untuk membuat sang kandidat terlihat "kurang Amerika" dibandingkan para pesaingnya—sebuah pola serangan serupa yang menurutnya pernah ia hadapi saat dituduh lahir di luar negeri pada masa lalu.

Selain isu identitas dan keamanan nasional, dinamika ekonomi lokal turut menjadi sorotan utama dalam pertarungan kursi Senat Michigan. Kebijakan tarif perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada sempat menciptakan ketegangan di sektor industri otomotif yang berpusat di Detroit. Mike Rogers selaku kandidat dari Partai Republik berupaya menavigasi isu tersebut dengan memuji investasi manufaktur baru yang masuk berkat kebijakan tarif, meski ia tetap menyuarakan kekhawatiran terhadap dampak langsungnya terhadap industri otomotif kawasan tersebut.

Persaingan ketat di Michigan ini memegang peranan yang sangat strategis bagi peta kekuatan politik nasional di Washington. Baik Partai Demokrat maupun Republik sama-sama mengerahkan tokoh nasional dan sumber daya maksimal demi memenangkan kursi senat terbuka ini. Hasil akhir pemilihan di Michigan diprediksi akan menjadi salah satu faktor penentu krusial dalam pertarungan memperebutkan mayoritas kendali di Kongres Amerika Serikat pada pemilu paruh waktu mendatang.

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.