Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Konflik Timur Tengah Memanas: Kapal Kargo Tenggelam di Selat Hormuz, Kelompok Houthi Klaim Serang Riyadh

Ketegangan di Timur Tengah memanas setelah IRGC Iran menenggelamkan kapal kargo di Selat Hormuz sebagai respons atas pelanggaran AS. Bersamaan dengan itu, kelompok Houthi mengklaim meluncurkan serangan rudal ke Riyadh, Arab Saudi. Eskalasi ini memicu krisis kemanusiaan di Taiz, Yaman, akibat terputusnya bantuan pangan bagi 800.000 warga.

A
Alfakir99
15 Oktober 2026, 08:27 WITA
Bagikan:
Kapal tanker minyak dilaporkan diserang di perairan Selat Hormuz.
Kapal tanker minyak dilaporkan diserang di perairan Selat Hormuz. Foto: aljazeera.com

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali mencapai eskalasi tinggi setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan menenggelamkan kapal-kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz. Langkah tersebut diklaim sebagai respons atas pelanggaran kesepakatan oleh Amerika Serikat. Berdasarkan laporan, satu kapal kargo karam akibat hantaman proyektil, sementara kapal lainnya tenggelam setelah menabrak ranjau laut di jalur pelayaran strategis yang kini mengalami kelambatan lalu lintas drastis.

Di saat bersamaan, kelompok Houthi di Yaman melancarkan serangan rudal balistik baru yang menargetkan wilayah ibu kota Arab Saudi, Riyadh, termasuk kawasan sekitar Bandara Internasional King Khalid. Badan pertahanan sipil Arab Saudi menyatakan satu orang menderita luka-luka akibat tertimpa reruntuhan setelah sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat proyektil tersebut. Houthi juga mengklaim telah menargetkan sebuah jet tempur Arab Saudi jenis Eurofighter Typhoon di atas wilayah udara Saada.

Krisis kemanusiaan dan ekonomi turut membayangi konflik yang terus meluas ini. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Uni Eropa memperingatkan bahwa pertempuran sengit di Kota Taiz, Yaman, telah memutus pasokan bantuan makanan mendesak bagi sekitar 800.000 warga, sementara fasilitas kesehatan setempat kewalahan menghadapi korban luka di garis depan. Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memproyeksikan kelangkaan solar global akan terus berlanjut hingga tahun 2027, memicu lonjakan harga yang mendongkrak inflasi serta memberikan tekanan berat pada pertumbuhan ekonomi global.

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.