Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Bukan Waktunya Obral Janji, Relawan Desak Pemerintah Terjunkan Water Bombing ke Tanjung Puting

Moncos, salah seorang perwakilan relawan, menyuarakan keputusasaan ini melalui sebuah tulisan berjudul "Berhari-hari Melawan Api. Dan Kini, Kami Meminta Pertolongan." Ia menceritakan bagaimana tim di lapangan telah menguras tenaga, waktu, dan segala daya selama berhari-hari untuk menjinakkan si jago merah. Walaupun bala bantuan sudah tiba dan berbagai cara telah diupayakan, skala kebakaran yang terlalu masif membuat kemampuan tim relawan seolah tidak ada artinya.

A
Alfakir99
12 Oktober 2026, 12:41 WITA
Bagikan:
Instagram/@moncos_thepuntal_puntal
Instagram/@moncos_thepuntal_puntal Foto: Instagram

Sebuah permohonan mendesak dari para penggiat pariwisata di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, tengah ramai diperbincangkan di dunia maya. Para relawan menyatakan ketidaksanggupan mereka dalam menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area lindung tersebut, sehingga mereka mendesak pemerintah untuk secepatnya menurunkan armada helikopter water bombing.

Pesan berisi video dan pernyataan tertulis tersebut mulai menarik perhatian publik pada Minggu (11/10/2026) setelah dipublikasikan secara daring. Salah satu penyebarannya dilakukan lewat akun Instagram resmi Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK).

Melalui postingan tersebut, dijelaskan bahwa proses pemadaman api di area inti TNTP kian tak terkendali. Lantaran operasi darat yang dilakukan tidak membuahkan progres yang berarti, tim gabungan yang terdiri dari YOHK dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) cabang Kotawaringin Barat akhirnya mengambil keputusan berat untuk menarik mundur personel mereka dari garis depan untuk sementara waktu.

Moncos, salah seorang perwakilan relawan, menyuarakan keputusasaan ini melalui sebuah tulisan berjudul "Berhari-hari Melawan Api. Dan Kini, Kami Meminta Pertolongan." Ia menceritakan bagaimana tim di lapangan telah menguras tenaga, waktu, dan segala daya selama berhari-hari untuk menjinakkan si jago merah. Walaupun bala bantuan sudah tiba dan berbagai cara telah diupayakan, skala kebakaran yang terlalu masif membuat kemampuan tim relawan seolah tidak ada artinya.

Lebih lanjut, Moncos mengakui adanya bantuan yang datang, namun sayangnya belum cukup efektif untuk meredam eskalasi karhutla yang terus meluas. Ia menegaskan bahwa para relawan saat ini tidak lagi membutuhkan sekadar janji atau harapan kosong, melainkan tindakan riil yang harus dieksekusi detik ini juga.

Oleh karena itu, lewat surat terbuka ini, mereka secara tegas menuntut campur tangan pemerintah untuk segera melakukan intervensi berskala besar. Hal ini mencakup pengerahan operasi pemadaman dari udara (*water bombing*), serta penambahan pasokan logistik maupun sokongan anggaran operasional.

Di akhir pesannya, Moncos memberikan peringatan keras agar pemerintah tidak membiarkan para pejuang di garis depan terus bertaruh nyawa di tengah minimnya fasilitas. Ia juga memohon agar habitat yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati tersebut tidak dibiarkan hangus hanya karena keterlambatan penanganan.

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.