Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Karhutla Membara: 619 Titik Panas Kepung 17 Provinsi, Kalteng dan Sumsel Terparah

Sebanyak 619 titik panas terdeteksi di 17 provinsi, didominasi Kalteng (235 titik) dan Sumsel (205 titik). Data SiPongi Kemenhut via satelit NASA-MODIS menuntut verifikasi lapangan segera guna menanggulangi ancaman karhutla secara efektif.

A
Alfakir99
16 Oktober 2026, 06:01 WITA
Bagikan:
Visualisasi sebaran titik api kebakaran hutan
Visualisasi sebaran titik api kebakaran hutan Foto: https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id

Krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan di berbagai wilayah Tanah Air. Berdasarkan hasil pemantauan intensif selama 24 jam terakhir hingga Kamis pagi, sebanyak 619 titik panas atau hotspot terpantau bertebaran di 17 provinsi di Indonesia. Lonjakan signifikan ini menuntut respons cepat dan terpadu dari berbagai instansi terkait guna mengantisipasi dampak buruk yang lebih luas terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Data dari Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan yang diakses pukul 08.30 WIB menunjukkan bahwa seluruh titik panas tersebut terdeteksi oleh satelit NASA-MODIS dengan tingkat kepercayaan (high confidence) yang tinggi. Dari total keseluruhan temuan tersebut, wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan tercatat sebagai dua daerah penyumbang titik panas terbanyak dengan angka yang saling berkejaran, mendominasi hingga sebagian besar dari total nasional.

Di wilayah Sumatera Selatan, konsentrasi titik panas terpusat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencatatkan angka tertinggi mencapai 118 titik. Kabupaten Banyuasin menyusul di urutan berikutnya dengan 34 titik panas, serta Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 28 titik. Sementara itu, di pulau Kalimantan, Kalimantan Tengah mencatatkan 235 titik panas. Kabupaten Kapuas menjadi wilayah dengan titik terbanyak di provinsi ini yakni 53 titik, diikuti oleh Kabupaten Pulang Pisau dan Kotawaringin Timur masing-masing 45 titik, serta Katingan sebanyak 38 titik.

Selain kedua provinsi episentrum tersebut, pemantauan satelit juga merekam sebaran titik panas di berbagai daerah lainnya di Indonesia. Jambi terpantau mencatat 46 titik panas, Kalimantan Barat sebanyak 42 titik, Kalimantan Timur 18 titik, serta Kalimantan Selatan dengan 16 titik. Sebaran juga meluas ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, di antaranya Sulawesi Tengah yang mencatatkan 12 titik, Jawa Timur sembilan titik, Kepulauan Bangka Belitung delapan titik, serta Sulawesi Selatan sebanyak tujuh titik. Provinsi Lampung dan Papua Selatan masing-masing menyumbangkan lima titik, sementara beberapa daerah lain seperti Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Maluku, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara mencatat di bawah lima titik panas.

Kendati data satelit memberikan gambaran awal yang jelas mengenai sebaran anomali suhu tinggi tersebut, otoritas terkait menegaskan bahwa setiap indikasi titik panas memerlukan verifikasi lapangan secara langsung. Langkah pengecekan fisik di lapangan sangat krusial untuk memastikan secara akurat apakah titik panas tersebut benar-benar merepresentasikan kejadian kebakaran hutan dan lahan, sehingga tim penanggulangan bencana dapat segera menerjunkan personel pemadaman darat maupun udara secara tepat sasaran sebelum api meluas dan menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas serta kesehatan warga.

YouTube Shorts Tonton Video Terkait
Buka Sumber

Karhutla sudah memasuki pemukiman warga.

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.