Makassar — Kepolisian bergerak cepat mengusut akar permasalahan aksi tawuran antarkelompok yang kerap meresahkan warga di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Terbaru, aparat penegak hukum berhasil mengamankan sejumlah remaja yang diduga terlibat, di mana sebagian di antara mereka berperan sebagai pihak yang mendanai aksi kekerasan tersebut dengan iming-iming nominal uang tunai senilai Rp100.000 per penyerangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari detikcom, keterlibatan para pelaku muda ini tidak hanya sebatas bentrokan fisik di jalanan, tetapi juga disinyalir melibatkan motif eksistensi digital. Sejumlah pelaku diketahui sengaja menggerakkan atau memfasilitasi aksi tersebut untuk disiarkan secara langsung (live streaming) di platform media sosial demi meraup popularitas maupun gift digital.
Pihak kepolisian saat ini masih mendalami pemeriksaan secara intensif terhadap para remaja yang diamankan, termasuk menelusuri aliran dana dan jaringan di balik kelompok-kelompok yang kerap menjadikan jalanan kota sebagai arena pertikaian.