Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Duka Mendalam Keluarga Korban Mutilasi Madiun: Niat Rayakan Ulang Tahun Anak Berujung Maut

Keluarga korban pembunuhan sadis di Madiun mengungkap kepedihan mendalam. Korban yang berniat pulang kampung merayakan ulang tahun dan sunatan sang anak balita sempat rutin memberi kabar via telepon sebelum akhirnya hilang kontak dan ditemukan tewas tragis di tangan suami sirinya.

A
Alfakir99
27 Oktober 2026, 12:38 WITA
Bagikan:
Tampang Dwi Bagus Martono pembunuh Ibu dan anak di Madiun
Tampang Dwi Bagus Martono pembunuh Ibu dan anak di Madiun Foto: 20.detik.com

Peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu muda, Dini Hardiyanti (30), bersama putra balitanya berinisial AGF (4), mengguncang ruang publik dan menyisakan luka teramat dalam bagi pihak keluarga. Tragedi berdarah yang disertai tindakan mutilasi dan pembakaran jenazah di Madiun tersebut menguak fakta memilukan di balik hari-hari terakhir korban sebelum mengembuskan napas terakhir.

Kakak kandung almarhumah, Rika Kartika, saat ditemui di kediamannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menuturkan rasa terpukul yang luar biasa atas kepergian adik dan keponakannya. Dalam liputan khusus Liputan6, Rika mengungkapkan bahwa keluarga sama sekali tidak merasakan firasat buruk maupun menduga adanya prahara besar yang mengancam nyawa Dini.

Menurut penuturan pihak keluarga, almarhumah dikenal sebagai pribadi yang hangat, penyayang, dan sangat dekat dengan sanak famili. Kendati tinggal jauh di Pulau Jawa mengikuti suami sirinya selama hampir satu tahun terakhir dan baru sempat berkunjung sekali ke rumah keluarga, Dini tidak pernah absen menjalin silaturahmi. Korban rutin melakukan panggilan video setiap hari hanya untuk menanyakan kabar orang tua dan saudara-saudaranya.

Sepanjang interaksi harian tersebut, almarhumah tidak pernah sekalipun mengeluh atau menceritakan adanya perselisihan, cekcok rumah tangga, maupun gelagat mencurigakan dari sang suami. Korban memilih menyimpan rapat persoalan pribadinya, sehingga keluarga meyakini rumah tangga yang dijalaninya berjalan harmonis tanpa hambatan berarti.

Titik awal kecurigaan keluarga bermula ketika korban mengutarakan rencana bahagianya untuk pulang ke kampung halaman. Dalam percakapan telepon sekitar tanggal 18 Oktober, Dini menyampaikan niat tulus untuk merayakan hari ulang tahun anak semata wayangnya sekaligus menggelar acara khitanan bagi bocah empat tahun tersebut di hadapan sanak saudara. Komunikasi tersebut kemudian berlanjut pada tanggal 20 Oktober, saat korban menghubungi pihak keluarga dari sebuah kamar hotel tempatnya menginap.

Percakapan dari hotel pada tanggal 20 Oktober itu rupanya menjadi suara terakhir yang didengar oleh keluarga. Setelah panggilan tersebut ditutup, ponsel korban mendadak tidak aktif dan almarhumah benar-benar kehilangan kontak secara total. Hari demi hari berlalu tanpa kabar, hingga kecemasan memuncak dan pihak keluarga berupaya mencari keberadaan korban serta melaporkan hilangnya ibu dan anak tersebut.

Kabar yang dinanti justru datang dalam wujud kepedihan yang menyayat hati. Polisi berhasil membongkar kasus pembunuhan keji tersebut dan menetapkan suami siri korban sebagai pelaku utama. Pelaku tega menghabisi nyawa istri siri beserta anak tirinya dengan cara yang tidak manusiawi, memutilasi, hingga membakar jasad demi menghilangkan jejak kejahatan. Niat mulia seorang ibu untuk merayakan pertambahan usia buah hatinya di tengah keluarga besar pun sirna menjadi duka abadi yang menuntut keadilan hukum seberat-beratnya.

YouTube Tonton Video Terkait
Buka Sumber

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.