Risalahpost.com
Risalahpost.com Jendela Suara Umat

Suara Keadilan dari Aspal Ibu Kota: Ratusan Mahasiswa Trisakti Geruduk Kawasan Patung Kuda Tuntut Kesejahteraan Rakyat

Ribuan mahasiswa Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di Patung Kuda Jakarta menuntut perbaikan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Diwarnai pembacaan Sumpah Mahasiswa serta orasi publik, aksi damai ini ditutup khidmat dengan salat berjemaah.

A
Alfakir99
30 Oktober 2026, 10:01 WITA
Bagikan:
Suasana demostrasi mahasiswa disekitar patung kuda jakarta.
Suasana demostrasi mahasiswa disekitar patung kuda jakarta. Foto: kompastv

Gelombang aksi massa kembali bergemuruh di jantung ibu kota. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, kawasan sekitar Patung Kuda Arjunawiwijaya, Jakarta Pusat, mendadak menjadi lautan almamater biru . Ratusan mahasiswa yang tergabung dari Universitas Trisakti turun ke jalan guna menyuarakan keresahan mendalam atas krisis multidimensional yang kian menghimpit sendi-sendi kehidupan masyarakat bawah .

Berdasarkan pantauan dan dokumentasi visual udara, aksi unjuk rasa ini merefleksikan akumulasi kekecewaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin jauh dari keberpihakan kepada rakyat kecil . Dari atas mobil komando, para orator bergantian menyampaikan kritik tajam mengenai mahalnya biaya pendidikan formal serta sulitnya mengakses layanan kesehatan yang layak di tengah tekanan ekonomi global yang kian membebani .

"Hari ini kita melihat betapa pendidikan dan kesehatan menjadi barang mahal bagi rakyat. Negara harus hadir dan tidak boleh menutup mata terhadap penderitaan yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah," seru salah satu perwakilan mahasiswa dalam orasinya di hadapan massa aksi .

Dalam unjuk rasa tersebut, aliansi mahasiswa membawa tiga tuntutan pokok yang merepresentasikan hak-hak dasar warga negara. Mereka menegaskan bahwa kehadiran mereka di jalanan bukan didorong oleh sentimen politik praktis atau kebencian personal terhadap figur tertentu, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral intelektual muda dalam menjaga arah demokrasi bangsa agar tetap berada di jalur konstitusi .

Suasana aksi kian sarat makna ketika seluruh peserta aksi bersama-sama mengangkat tangan dan mengikrarkan Sumpah Mahasiswa Indonesia secara lantang . Ikrar ini menjadi simbol keteguhan moral kaum terpelajar untuk senantiasa berdiri di garis depan membela kepentingan kaum marjinal tanpa rekayasa maupun kebohongan publik .

Tidak hanya kalangan mahasiswa, panggung orasi di atas mobil komando juga dibuka seluas-luasnya bagi perwakilan masyarakat sipil yang ingin mencurahkan keresahan mereka . Sejumlah warga sipil turut menyoroti pergeseran nilai-nilai demokrasi serta memudarnya komitmen moral para pemangku kebijakan dalam mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa sebagaimana yang diamanatkan oleh Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno . Diskursus terbuka ini memperlihatkan bahwa ruang partisipasi publik harus tetap dijaga agar tidak tereduksi oleh kepentingan oligarki maupun kekuasaan semata.

Meski diwarnai ketegangan tensi politik dan pengamanan ketat aparat penegak hukum di sekitar kawasan Medan Merdeka, aksi demonstrasi berdarah dingin ini ditutup dengan khidmat . Menjelang malam hari, massa aksi menghentikan orasi politiknya dan menggelar ibadah salat berjemaah di lokasi demonstrasi sebagai bentuk penyerahan diri dan ikhtiar spiritual dalam memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia .

YouTube Tonton Video Terkait
Buka Sumber

Bagikan Artikel Ini

Sampaikan informasi bermanfaat ini kepada orang terdekat Anda.